Kepemimpinan Profetik Di Era Disrupsi: SMP Muhammadiyah 15 Boarding School Gelar LDKS

SMP Muhammadiyah 15 Boarding School Surabaya baru saja menggelar kegiatan Latihan Dasar Kepemimpinan Siswa (LDKS) pada Jumat hingga Sabtu, 21-22 November 2025, di TSOT Camp, Prigen, Pasuruan. Kegiatan ini diikuti oleh seluruh anggota Ikatan Pelajar Muhammadiyah (IPM) kelas 7 dan 8, dengan mengusung tema "Kepemimpinan Profetik di Era Disrupsi: Mengintegrasikan Nilai Al-Islam dan Kemuhammadiyahan dalam Menciptakan Pemimpin Masa Depan."
Kegiatan LDKS ini bertujuan untuk membentuk karakter kepemimpinan yang kuat pada generasi muda, yang dapat menghadapi tantangan di era disrupsi dengan mengintegrasikan nilai-nilai Islam dan Muhammadiyah dalam setiap tindakan dan keputusan. Selama dua hari kegiatan, peserta diberi berbagai materi tentang kepemimpinan, nilai-nilai profetik, serta peran penting pemimpin dalam menghadapi perubahan zaman.

Sambutan pertama disampaikan oleh Kepala Urusan Kesiswaan, Mr. Eko Setiawan, M.Pd. Dalam sambutannya, beliau menekankan pentingnya memahami konsep kepemimpinan Profetik yang dipimpin oleh Nabi Muhammad SAW, yang tidak hanya cerdas dalam memimpin tetapi juga memiliki karakter yang mulia. Untuk menghidupkan semangat kepemimpinan ini, Mr. Eko menyapa peserta dengan bertanya mengenai apa yang dimaksud dengan Kepemimpinan Profetik. Peserta yang berhasil menjawab dengan tepat diberikan hadiah sebagai bentuk apresiasi. “Kepemimpinan bukan hanya tentang mengarahkan, tetapi juga memberikan teladan dalam berakhlak,” ujar Mr. Eko.

Sambutan kedua disampaikan oleh Kepala SMP Muhammadiyah 15 Boarding School Surabaya, Ustad Banjar, SS, M.Pd.I. Beliau menyampaikan tentang pengertian kepemimpinan Profetik yang memadukan aspek keimanan dan kebijaksanaan dalam setiap tindakan pemimpin. Dalam kesempatan ini, Ustad Banjar juga mengulas empat sifat kenabian yang menjadi landasan kepemimpinan yang baik, yaitu: Sidik (jujur), Amanah (dapat dipercaya), Tablig (menyampaikan dengan jelas), dan Fathonah (cerdas). Keempat sifat ini, menurut Ustad Banjar, harus menjadi pegangan utama bagi setiap pemimpin, terlebih di era yang penuh dengan tantangan ini.

Setelah sambutan, acara dilanjutkan dengan berbagai kegiatan seru dan penuh tantangan yang bertujuan untuk melatih kerjasama dan keberanian para peserta. Salah satu kegiatan yang paling dinantikan adalah Flying Fox, yang memberikan tantangan fisik dan mental bagi peserta untuk mengatasi rasa takut dan berani mengambil keputusan. Kemudian, kegiatan dilanjutkan dengan Outbond yang menguji kekompakan dan kerjasama tim.
Usai kegiatan fisik, para peserta diberi materi tentang Kepemimpinan Profetik dan Ke-IPM-an. Materi ini memberikan pemahaman lebih dalam tentang peran IPM dalam membentuk karakter kepemimpinan yang tidak hanya berlandaskan pada keilmuan, tetapi juga pada nilai-nilai keislaman dan Muhammadiyahan. Para peserta juga diajak untuk berdiskusi tentang peran mereka sebagai pelajar dan anggota IPM dalam menghadapi tantangan zaman.
Kegiatan Penutupan: Refleksi LDKS
Sebagai penutupan, kegiatan diakhiri dengan sesi refleksi yang memberikan kesempatan bagi para peserta untuk berbagi pengalaman dan pemahaman mereka tentang apa yang telah dipelajari selama LDKS. Dalam sesi ini, para peserta diminta untuk merenungkan nilai-nilai kepemimpinan Profetik yang telah diajarkan dan bagaimana mereka dapat mengaplikasikannya dalam kehidupan sehari-hari mereka, baik sebagai individu, pelajar, maupun anggota IPM.
Peserta saling berbagi tentang tantangan yang mereka hadapi selama kegiatan, dan bagaimana pengalaman tersebut memberi mereka pemahaman lebih dalam mengenai pentingnya kepemimpinan yang berlandaskan pada prinsip-prinsip keislaman dan karakter mulia. Melalui refleksi ini, diharapkan para peserta dapat lebih menyadari tanggung jawab mereka sebagai pemimpin masa depan yang tidak hanya memiliki kemampuan akademis, tetapi juga akhlak yang baik.
Kegiatan ini menjadi titik awal bagi para peserta untuk mulai menerapkan kepemimpinan yang tidak hanya efektif tetapi juga berbasis pada nilai-nilai Al-Islam dan Kemuhammadiyahan dalam kehidupan sehari-hari mereka. Semoga semangat yang didapatkan selama LDKS ini dapat terus menginspirasi mereka dalam menghadapi setiap tantangan di masa depan. (Didik Hermawan)

Komentar